<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>CathNews Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.cathnewsindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cathnewsindonesia.com</link>
	<description>Sebuah layanan dari UCA News</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 07:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<copyright>Copyright &#xA9; CathNews Indonesia 2010 </copyright>
	<managingEditor>shameema@tranzmedia.com (CathNews Indonesia)</managingEditor>
	<webMaster>shameema@tranzmedia.com (CathNews Indonesia)</webMaster>
	<image>
		<url>http://www.cathnewsindonesia.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>CathNews Indonesia</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>Sebuah layanan dari UCA News</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Society &#38; Culture" />
	<itunes:author>CathNews Indonesia</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>CathNews Indonesia</itunes:name>
		<itunes:email>shameema@tranzmedia.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.cathnewsindonesia.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Konflik terbuka diantara klerus konservatif dan liberal</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/perang-terbuka-diantara-klerus-konservatif-dan-liberal/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/perang-terbuka-diantara-klerus-konservatif-dan-liberal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 07:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[imamat]]></category>
		<category><![CDATA[iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20624</guid>
		<description><![CDATA[Konflik diantara  liberal dan konservatif saat ini dalam Gereja Katolik berbahasa Jerman telah menimbulkan &#8220;perpecahan terbuka&#8221; dalam klerus. Hal ini menurut edisi terbaru dari majalah Jerman Der Spiegel. Sebuah communiqué diterbitkan pekan lalu oleh Jaringan Imam Katolik, sebuah kelompok konservatif yang terdiri dari sekitar 500 imam paroki, yang menimbulkan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, dan sekarang meningkat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konflik diantara  liberal dan konservatif saat ini dalam Gereja Katolik berbahasa Jerman telah menimbulkan &#8220;perpecahan terbuka&#8221; dalam klerus. Hal ini menurut edisi terbaru dari majalah Jerman <em>Der Spiegel</em>.</p>
<p>Sebuah <em>communiqué</em> diterbitkan pekan lalu oleh Jaringan Imam Katolik, sebuah kelompok konservatif yang terdiri dari sekitar 500 imam paroki, yang menimbulkan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, dan sekarang meningkat.</p>
<p><em>Communiqué</em>, yang ditandatangani oleh Pastor Guido Rodheudt, Pastor Hendrick Jolie dan Pastor Uwe Winkel serta para imam Jerman, Austria dan Swiss, melakukan serangan keras terhadap “<em>Call to Disobedience</em>,”  yang diterbitkan musim panas lalu oleh <em>Priests&#8217; Initiative&#8217;</em>, sebuah gerakan liberal berbasis di Austria, yang meminta peninjauan kembali sikap Gereja tentang homoseksualitas, selibat dan imam perempuan.</p>
<p>&#8220;<em>Priests&#8217; Initiative</em> adalah pemicu yang menimbulkan perpecahan itu. D<em>e facto,</em> hal itu telah diketahui para uskup di negara-negara berbahasa Jerman itu,&#8221; kata <em>communiqué</em> itu.</p>
<p>Namun, perpecahan ini &#8220;tidak memisahkan orang awam dari para klerus, atau negara-negara berbahasa Jerman dengan Kuria Romawi,&#8221; tapi sebaliknya, mereka yang menerima ajaran Gereja dan cara mereka &#8220;menciptakan Gereja mereka sendiri,&#8221; tambah <em>communiqué</em> itu.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.ucanews.com/2012/02/22/open-war-erupts-over-german-catholic-call-to-disobedience/">Open war erupts over German Catholic</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/perang-terbuka-diantara-klerus-konservatif-dan-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rabu Abu: Sehari untuk tunjukkan iman Anda ke jalan-jalan</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/rabu-abu-sehari-untuk-tunjukkan-iman-anda-ke-jalan-jalan/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/rabu-abu-sehari-untuk-tunjukkan-iman-anda-ke-jalan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 06:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[duniawi]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[Rabu Abu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20613</guid>
		<description><![CDATA[Ada sesuatu yang jelas terkait Rabu Abu. Orang Katolik berjalan sepanjang hari itu dengan tanda abu di dahi. Ini adalah salah satu hal yang terlihat sangat Katolik saat saya menjalankannya setiap tahun. Ini adalah hari yang langka ketika saya tidak bisa dan tidak bisa menyembunyikan komitmen iman Katolik-ku dan aspirasi Katolik-ku. Tahun ini, saya akan bergabung dengan banyak imam diosesan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sesuatu yang jelas terkait Rabu Abu. Orang Katolik berjalan sepanjang hari itu dengan tanda abu di dahi. Ini adalah salah satu hal yang terlihat sangat Katolik saat saya menjalankannya setiap tahun.</p>
<p>Ini adalah hari yang langka ketika saya tidak bisa dan tidak bisa menyembunyikan komitmen iman Katolik-ku dan aspirasi Katolik-ku.</p>
<p>Tahun ini, saya akan bergabung dengan banyak imam diosesan dalam memberikan kesaksian publik dari Rabu Abu.</p>
<p>Pada hari Rabu, rekan saya Caimano Catherine dan saya akan memakai jubah,  dan pergi ke sudut jalan dekat <em>Duke University Hospital</em> dengan memegang wadah kecil yang berisi abu dan salinan dari sebuah litani pertobatan dari Buku Doa Umum. Kami akan memberikan &#8220;abu&#8221; kepada orang-orang di jalan.</p>
<p>Kami akan menawarkan untuk berdoa bersama dengan orang-orang tersebut.  Doa itu seputar dosa kami dan kami berusaha untuk bertobat: &#8220;Kami mengakui Anda dan satu sama lain, dan dengan  persekutuan seluruh orang kudus di surga dan di dunia, bahwa kami telah berdosa karena kesalahan kami sendiri dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan.  &#8220;Litani Rabu Abu kami  mengajak kami untuk bertobat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami mengaku memanjakan diri kami sesuai dengan selera dan cara kami, dan mengeksploitasi  orang lain &#8230; cinta kami terhadap hal-hal duniawi dan kebohongan kami dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kerja &#8230; limbah dan polusi terhadap ciptaan Anda, dan kurangnya perhatian kami terhadap sesama.&#8221;</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.ucanews.com/2012/02/22/ash-wednesday-a-day-to-take-your-faith-onto-the-streets/">Ash Wednesday: a day to take your faith</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/rabu-abu-sehari-untuk-tunjukkan-iman-anda-ke-jalan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>50 juta anak kawin siri tak miliki akte kelahiran</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/50-juta-anak-akibat-kawin-siri-tak-miliki-akte-kelahiran/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/50-juta-anak-akibat-kawin-siri-tak-miliki-akte-kelahiran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[akte kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[KPAI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20565</guid>
		<description><![CDATA[Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan hampir 50 juta anak di Indonesia tidak memiliki akta kelahiran karena berbagai sebab antara lain karena pernikahan tidak tercatat atau kawin siri. Komisioner KPAI Apong Herlina mengatakan Jumlah ini membuat Indonesia menjadi negara yang jumlah pencatatan kelahirannya terendah. Sampai saat ini masih kurang dari separuh jumlah anak di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan hampir 50 juta anak di Indonesia tidak memiliki akta kelahiran karena berbagai sebab antara lain karena pernikahan tidak tercatat atau kawin siri.</p>
<p>Komisioner KPAI Apong Herlina mengatakan Jumlah ini membuat Indonesia menjadi negara yang jumlah pencatatan kelahirannya terendah. Sampai saat ini masih kurang dari separuh jumlah anak di bawah umur 5 tahun di Indonesia yang tercatat kelahirannya secara resmi.</p>
<p>Dengan tidak memiliki akta kelahiran maka menurut Apong jutaan anak Indonesia itu tidak mendapatkan layanan dari negara seperti pendidikan dan kesehatan serta yang lainnya.</p>
<p>Apong Herlina menjelaskan, &#8220;Akte kelahiran itu kalau tidak ada surat nikah maka pernikahan sipil tidak berani mencantumkan nama ayahnya karena tidak dimungkinkan juga kecuali ayahnya mengakui, dan ini untuk anak akan menjadi stigma negatif, dan ini akan menempel terus sampai dia dewasa.&#8221;</p>
<p>Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi memutuskan anak diluar perkawinan memiliki hubungan perdata dengan ayahnya, selain dengan ibu dan keluarga ibunya. Demikian keputusan MK terhadap permohonan uji materi Undang-undang nomor I tahun 1974 tentang perkawinan .</p>
<p>Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat membacakan putusannya mengatakan, &#8220;Menyatakan anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah dengan ayahnya.&#8221;</p>
<p>Komisioner Komnas Perempuan, Sri Herawati menyatakan keputusan MK tersebut merupakan terobosan besar dalam masalah perlindungan anak. Sebab selama ini anak di luar pernikahan termasuk yang tidak memiliki akta kelahiran sering mendapatkan diskriminasi hukum.</p>
<p>&#8220;Saya kira ini memang terobosan dan penegasan bahwa UU perkawinan kita memang telah mendiskriminasikan anak-anak yang lahir dari perkawinan dibawah tangan. Ini harapannya buat anak-anak untuk mendapatkan hak-haknya terhadap ayah biologis termasuk penanggung jawaban soal nafkah , biaya pendidikan dan sekaligus mendorong supaya ada pengakuan agar anak-anak yang lahir dibawah perkawinan berhak mendapatkan hak yang sama dengan anak-anak yang lain,&#8221; ujar Sri Herawati.</p>
<p>Sri Herawati berharap agar penyalahgunaan pasal yang menyebutkan anak diluar perkawinan menjadi tanggung jawab ibunya tidak terjadi lagi.</p>
<p>Foto: <em>thevoiceofsahabatanak.wordpress.com</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/50-juta-anak-akibat-kawin-siri-tak-miliki-akte-kelahiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amnesty serukan Cina lindungi pembelot Korut</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/amnesty-serukan-cina-terkait-pengungsi/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/amnesty-serukan-cina-terkait-pengungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Amnesty Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[pembelot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20569</guid>
		<description><![CDATA[Amnesty International telah menyerukan Beijing untuk tidak secara paksa memulangkan  puluhan pembelot Korea Utara, yang saat ini sedang ditahan di Cina. Sekitar 30-an warga Korea Utara dilaporkan menghadapi masa depan yang tak pasti setelah ditangkap oleh pihak berwenang Cina belum lama ini. Amnesty dua hari lalu menyampaikan surat kepada Zhang Xinsen, Duta Besar Cina untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Amnesty International telah menyerukan Beijing untuk tidak secara paksa memulangkan  puluhan pembelot Korea Utara, yang saat ini sedang ditahan di Cina.</p>
<p>Sekitar 30-an warga Korea Utara dilaporkan menghadapi masa depan yang tak pasti setelah ditangkap oleh pihak berwenang Cina belum lama ini.</p>
<p>Amnesty dua hari lalu menyampaikan surat kepada Zhang Xinsen, Duta Besar Cina untuk Korea Selatan, guna mendesak Cina untuk tidak mengirim kembali para pembelot itu.</p>
<p>Jika mereka dikembalikan ke tanah air mereka, mereka akan menghadapi penahanan, penyiksaan dan bahkan eksekusi, kata Amnesty.</p>
<p>&#8220;Mereka akan mengalami penderitaan yang lebih berbahaya&#8221; karena otoritas Korea Utara mengancam para pembelot itu dengan hukuman yang lebih keras setelah kematian Kim Jong-il pada Desember lalu, kata Nam Young-jin, ketua Amnesty International Korea Selatan dalam surat itu.</p>
<p>Hukum internasional melarang pemulangan paksa  seseorang ke sebuah negara di mana ia akan menghadapi resiko penganiayaan atau kematian, katanya.</p>
<p>Karena itu, &#8220;pemerintah Cina harus meminta Korea Utara untuk melindungi para pencari suaka di Cina dan negara lain, dan menyediakan mereka akses dengan badan pengungsi PBB atau saluran pengungsi lain,&#8221; kata Nam.</p>
<p>Korea Selatan juga mendesak Cina untuk tidak mengirim kembali para pembelot itu.</p>
<p>Helen Lim Soon-hee, seorang peneliti senior di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, mengatakan kasus itu harus dilihat sebagai &#8220;masalah hak asasi manusia,&#8221; tapi Cina menganggap itu &#8220;bernuansa politik&#8221; karena hubungannya dengan Korea Utara.</p>
<p>Menanggapi seruan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hong Lei mengatakan di Beijing pada Senin bahwa Cina menangani masalah ini sesuai dengan hukum nasional dan internasional, serta prinsip-prinsip kemanusiaan.</p>
<p>Sekitar 22.000 warga Korea Utara telah membelot dari negara komunis yang miskin itu sejak Perang Korea (1950-53), demikian Kementerian Unifikasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/amnesty-serukan-cina-terkait-pengungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karitas salurkan bantuan kepada keluarga nelayan</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/karitas-salurkan-bantuan-kepada-keluarga-nelayan/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/karitas-salurkan-bantuan-kepada-keluarga-nelayan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Karitas]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Saudara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20567</guid>
		<description><![CDATA[Karitas membantu rumah-rumah permanen, perahu motor dan kebutuhan lain bagi keluarga nelayan yang membutuhkan di Kilinochchi, Sri Lanka, yang hancur oleh perang saudara. Pastor  Arulanandam Yavis, kepala Karitas Kilinochchi, memimpin sebuah acara yang diadakan di Gereja St. Anna di Valaipadu pada 19 Februari. &#8220;Lima puluh perahu, mesin, jala, aksesoris lainnya dan 22 rumah permanen  diberikan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karitas membantu rumah-rumah permanen, perahu motor dan kebutuhan lain bagi keluarga nelayan yang membutuhkan di Kilinochchi, Sri Lanka, yang hancur oleh perang saudara.</p>
<p>Pastor  Arulanandam Yavis, kepala Karitas Kilinochchi, memimpin sebuah acara yang diadakan di Gereja St. Anna di Valaipadu pada 19 Februari.</p>
<p>&#8220;Lima puluh perahu, mesin, jala, aksesoris lainnya dan 22 rumah permanen  diberikan kepada keluarga untuk membantu mereka kembali kepada kehidupan normal,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Ini adalah sebuah dukungan kepada orang-orang terlantar dan tunawisma.&#8221;</p>
<p>Proyek ini didanai oleh sumbangan dari Karitas Swedia dan Karitas Luxemburg, tambah imam itu.</p>
<p>Feller Annina, manajer program Karitas Swedia, KS Vasantha Kumar, sekretaris pemerintah divisi, dan Pastor George Sigamony, direktur Karitas Sri Lanka, juga berpartisipasi dalam acara itu.</p>
<p>&#8220;Kami telah memiliki kriteria bagi penerima bantuan tersebut yakni janda, perempuan kepala keluarga,  anggota keluarga yang cacat  dan keluarga yang memiliki banyak anak perempuan,&#8221; kata Pastor Yavis.</p>
<p>Hampir 2.000 pengungsi masih membutuhkan tempat tinggal permanen di daerah yang dilanda perang saudara, demikian data pemerintah.</p>
<p>Ganamma Emmanuel, 52, ibu dari enam anak, mengatakan keluarganya melarikan diri dari pertempuran di kampung halamannya tahun 2002 dan sejak itu tinggal di sejumlah kamp pengungsi.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya kami memiliki dua perahu dan hidup baik, tapi semuanya hilang, termasuk kerabat dan anggota keluarga kami,&#8221; katanya.</p>
<p>Pastor Yavis mengatakan bahwa setiap rumah yang disediakan oleh Karitas  sebesar 500.000 rupee (US $ 4,348) dan perahu motor sebesar 460.000 rupee.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.ucanews.com/2012/02/21/caritas-distributes-aid-to-fishing-families/">Caritas distributes aid to fishing families</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/karitas-salurkan-bantuan-kepada-keluarga-nelayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus HIV pada bayi terus meningkat</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/kasus-hiv-pada-bayi-terus-meningkat/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/kasus-hiv-pada-bayi-terus-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 04:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[KPA]]></category>
		<category><![CDATA[RSCM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20584</guid>
		<description><![CDATA[Sekertaris Jendral Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboi mengatakan kepada wartawan (20/2) di Jakarta bahwa sedikitnya 30 persen ibu hamil penderita HIV positif dapat menularkan virus berbaya itu kepada bayinya. “Ini sangat berbaya, artinya jika tidak segera ditanggani ratusan bayi dengan HIV itu akan mudah meninggal dibawah umur 5 tahun. kunci menguranggi ibu-bayi pengidap HIV saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekertaris Jendral Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboi mengatakan kepada wartawan (20/2) di Jakarta bahwa sedikitnya 30 persen ibu hamil penderita HIV positif dapat menularkan virus berbaya itu kepada bayinya.</p>
<p>“Ini sangat berbaya, artinya jika tidak segera ditanggani ratusan bayi dengan HIV itu akan mudah meninggal dibawah umur 5 tahun. kunci menguranggi ibu-bayi pengidap HIV saya kira ada di kaum suami yang masih suka berprilaku sex bebas, narkoba suntik,” kata Nafsiah.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus HIV pada bayi terus meningkat dalam 3 tahun terakhir. Sebanyak 742 bayi dinyatakan HIV positif di tahun 2011, angka ini lebih tinggi di tahun sebelumnya sebanyak 354 kasus.</p>
<p>Propinsi Bali merupakan salah satu daerah dengan kasus penularan virus HIV dari ibu hamil ke bayinya cukup tinggi.</p>
<p>Sekertaris Komisi Penanggulan AIDS Propinsi Bali, Made Suprana mengatakan kepada ucanews.com melalui telepon (20/2) di Bali bayi penderita HIV cukup tinggi terutama di kabupaten Buleleng tahun 2011 tercatat 80 kasus.</p>
<p>“Ini baru satu kabupaten, dan dipastikan bayi dengan HIV mencapai mencapai ratusan kasus. Fenomena peningkatan penyebaran kasus HIV pada bayi ini menjadi perhatian serius kami,” kata Suprana</p>
<p>Di Jakarta Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sebuah rumah sakit melayani bayi penderita HIV, Dokter Specialis Kebidanan RSCM, Yudianto Budi Saroyo mengatakan kepada ucanews.com (21/2) bahwa dalam sepekan 1-3 pasien bayi HIV ditanggani di rumah sakit itu.</p>
<p>Saroyo menegaskan ada peningkatan bayi dengan HIV posistif sejak tahun 2007. Dalam 2 tahun terakhir 224 bayi terinveksi HIV. &#8220;Hampir semuanya tertular dari ibu mereka yang juga pengidap HIV.</p>
<p>Dokter Specialis Anak RSCM, Nia Kurnia kepada ucanews.com, (21/2), mengatakan HIV pada bayi lebih berbahaya ketimbang orang dewasa, hal itu karena virus tersebut menyerang pada sistim yang sedang tumbuh dan belum terbentuk.</p>
<p>&#8220;Anak itu akan mudah sakit sakitan dan membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya,&#8221; kata Kurnia. (Chelluz Pahun)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/kasus-hiv-pada-bayi-terus-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TNI kirim hercules bantu selesaikan masjid dan gereja</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/tni-kirim-hercules-bantu-selesaikan-masjid-dan-gereja/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/tni-kirim-hercules-bantu-selesaikan-masjid-dan-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20563</guid>
		<description><![CDATA[Pasukan TNI memberikan bantuan kepada Yayasan Ikatan Peduli Kasih Papua (IPKP) berupa pesawat Hercules untuk mengangkut bahan bangunan dalam rangka penyelesaian pembangunan gereja dan masjid di Wamena, Papua, beberapa waktu yang lalu. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Selasa (21/2). Pemberian bantuan ini didasarkan pada surat yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan IPKP dan Ketua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasukan TNI memberikan bantuan kepada Yayasan Ikatan Peduli Kasih Papua (IPKP) berupa pesawat Hercules untuk mengangkut bahan bangunan dalam rangka penyelesaian pembangunan gereja dan masjid di Wamena, Papua, beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Selasa (21/2).</p>
<p>Pemberian bantuan ini didasarkan pada surat yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan IPKP dan Ketua MUI Kabupaten Jaya Wijaya, Wamena, atas nama Badan Pengurus Gereja-Gereja dan Masjid se-tanah Papua.</p>
<p>Pengangkutan bahan bangunan tersebut telah dilakukan oleh pesawat Hercules dari Koopsau II sebanyak 3 kali penerbangan dan dari Koopsau I sebanyak 2 kali penerbangan.</p>
<p>Adapun bahan bangunan yang akan diangkut yaitu berupa semen 1.000 ton, seng 200 ton, tripleks 350 ton, besi beton 250 ton dan tehel 100 ton.</p>
<p>Setiap penerbangan pesawat hanya bisa mengangkut 12,5 ton, hal ini dikarenakan pesawat dari Biak ke Wamena juga digunakan untuk melayani Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat lainnya, serta kepentingan operasional TNI sendiri sehingga belum semua barang bisa diangkut.</p>
<p>Selain itu, barang milik Yayasan IPKP yang akan diangkut dari Biak ke Wamena jumlahnya sangat banyak, sementara kesiapan dan ketersediaan pesawat Hercules TNI AU sangat terbatas sehingga pelayanan kepada publik khususnya Yayasan IPKP menjadi terbatas. Namun TNI akan berupaya untuk memberikan bantuan pengangkutan barang milik Yayasan IPKP tersebut semaksimal mungkin.</p>
<p>Pemberian bantuan pengangkutan material dengan pesawat Hercules tersebut tentunya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam menunjang kelancaran pembangunan di Papua.</p>
<p>Pembangunan Gereja dan Masjid se-tanah Papua menunjukkan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama umumnya di Papua sangat kondusif.</p>
<p>Ketua Yayasan IPKP juga telah mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI atas bantuan pesawat Hercules TNI untuk pengangkutan bahan bangunan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/tni-kirim-hercules-bantu-selesaikan-masjid-dan-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masalah migrasi di Asia Pasifik</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/masalah-migrasi-di-asia-pasifik/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/masalah-migrasi-di-asia-pasifik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Multimedia]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Migrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20560</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/22/masalah-migrasi-di-asia-pasifik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uskup luncurkan festival budaya</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/21/uskup-luncurkan-festival-budaya-untuk-promosikan-pariwisata/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/21/uskup-luncurkan-festival-budaya-untuk-promosikan-pariwisata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 06:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[festival budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20491</guid>
		<description><![CDATA[Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD mencoba melestarikan budaya lokal dalam upaya meningkatkan pariwisata melalui festival lima hari. Uskup Kherubim menggagas festival Maumere in Love, yang akan berakhir hari ini, yang melibatkan seluruh delapan kabupaten di pulau Flores dengan sejumlah kegiatan termasuk parade dan pameran yang menampilkan ikat tenun lokal. Festival itu dibuka secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD mencoba melestarikan budaya lokal dalam upaya meningkatkan pariwisata melalui festival lima hari.</p>
<p>Uskup Kherubim menggagas festival <em>Maumere in Love</em>, yang akan berakhir hari ini, yang melibatkan seluruh delapan kabupaten di pulau Flores dengan sejumlah kegiatan termasuk parade dan pameran yang menampilkan ikat tenun lokal.</p>
<p>Festival itu dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu.</p>
<p>“Melalui acara Pesona Pulau Flores  ini, Gereja  Katolik menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan atau hal-hal negatif yang dapat merusak  citra pariwisata Flores,” kata uskup itu kepada hadirin di katedral St. Yosef di Maumere.</p>
<p>Ia mengatakan kemajuan di bidang pembangunan seperti pariwisata mempunyai dampak positif dan negatif, maka Gereja Katolik memiliki wewenang  untuk menjaga tatanan moral dimana pariwisata akan mempunyai dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan, <em>sex turism</em>, dan  <em>human trafficking</em>.</p>
<p>Uskup itu mengatakan pemanfaatan potensi pariwisata ini  dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Maria Elka Pangestu mengatakan gerakan <em>Maumere in Love</em> cukup kreatif dimana kekayaan alam Pulau Flores bahari, dan wisata agro seperti kelapa, kakao, mente dan warisan kebudayaan merupakan kekayaan Gereja.</p>
<p>Ia mengatakan pesan Uskup Kherubim luar biasa dimana beliau mengajak semua pihak menjaga kelestarian lingkungan dalam arti sosial.  Dengan menjaga aset-aset wisata  agar tidak dirusak.</p>
<p>Maumere In Love merupakan ide Uskup Kherubim itu yang dimulai tanggal 18-21 Februai.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.ucanews.com/2012/02/20/bishop-launches-cultural-festival/">Bishop launches cultural festival</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/21/uskup-luncurkan-festival-budaya-untuk-promosikan-pariwisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romo Sumarya: Rasa malu sudah hilang</title>
		<link>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/21/romo-sumarya-rasa-malu-sudah-hilang/</link>
		<comments>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/21/romo-sumarya-rasa-malu-sudah-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 06:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kemerosotan moral]]></category>
		<category><![CDATA[keprihatinan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cathnewsindonesia.com/?p=20546</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya praktik korupsi dan tindak kejahatan di Tanah Air akhir-akhir ini menunjukkan rendahnya budi pekerti masyarakat. Kemerosotan  ini terjadi karena dipengaruhi sistem pendidikan selama ini yang lebih berorientasi membuat orang menjadi pandai, bukan menjadi orang yang baik. &#8220;Pelajaran-pelajaran di sekolah lebih banyak menghafal ketimbang melakukan eksplorasi,&#8221; ujar Romo Ignatius Sumarya SJ, Rektor Seminari Menengah Santo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maraknya praktik korupsi dan tindak kejahatan di Tanah Air akhir-akhir ini menunjukkan rendahnya budi pekerti masyarakat. Kemerosotan  ini terjadi karena dipengaruhi sistem pendidikan selama ini yang lebih berorientasi membuat orang menjadi pandai, bukan menjadi orang yang baik.</p>
<p>&#8220;Pelajaran-pelajaran di sekolah lebih banyak menghafal ketimbang melakukan eksplorasi,&#8221; ujar Romo Ignatius Sumarya SJ, Rektor Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/2).</p>
<p>Ia berbicara dalam diskusi terbatas dengan Kompas Perwakilan Jawa Tengah, TV Borobudur, Warta Jawa Tengah, dan Radio Sonora Semarang, di Semarang, Jawa Tengah.</p>
<p>Dalam diskusi tersebut, Romo Sumarya mengungkapkan keprihatinan yang mendalam menyaksikan praktik korupsi yang makin marak.</p>
<p>Menurutnya, “Budaya malu sudah hilang. Yang lebih memprihatinkan, praktik-praktik korupsi tersebut paling banyak terjadi pada lembaga-lembaga yang seharusnya menjadi contoh dan teladan, seperti lembaga pendidikan dan agama.”</p>
<p>Ia mengatakan, praktik korupsi marak karena dipengaruhi mentalitas konsumtif. &#8220;Nilai-nilai kejujuran tidak lagi dipegang. Nilai-nilai kejujuran yang dulu ada dalam kehidupan masyarakat hilang. Kebudayaan lokal kini kurang dihargai. Padahal dari budaya itulah kita belajar banyak hal mulai dari bagaimana merasakan, berpikir, hingga bagaimana bertindak,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ia berharap pendidikan di Tanah Air kembali berorientasi pada nilai-nilai spiritual yang mendorong orang menjadi baik, bukan hanya menjadi pandai.</p>
<p>&#8220;Pendidikan itu proses dari nol sampai berkembang, jadi bukan cetakan semata,&#8221; ujar mantan sekretaris eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia itu.</p>
<p>Foto: <em>kompas</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cathnewsindonesia.com/2012/02/21/romo-sumarya-rasa-malu-sudah-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

