|
| Uskup Belgaum Mgr Peter Machado mengatakan, umat Katolik kecewa dengan berbagai pernyataan dari Prahlad Remani. |
Seorang uskup melawan pernyataan yang menurut laporan dikeluarkan oleh seorang politikus pro-Hindu. Politikus itu meminta masyarakat untuk “mengeliminasi” agama Kristen dari masyarakat India.
Umat Katolik kecewa dengan pernyataan Prahlad Remani, kata Uskup Belgaum Mgr Peter Machado yang berbasis di Negara Bagian Karnataka di India bagian selatan.
Menurut laporan, anggota legislatif Karnataka itu mengeluarkan komentar itu ketika berbicara dalam rangka Hari Kemerdekaan India ke-64 pada 15 Agustus.
Umat Kristen yang marah menggelar demo di depan kantor pemerintah setempat pada 16 Agustus untuk memprotes pernyataan Remani tersebut. Mereka menuntut agar dia harus meminta maaf tanpa syarat.
Menurut laporan, Remani, seorang anggota Partai Rakyat India (BJP, Bharatiya Janata Party) yang pro-Hindu, mengatakan bahwa ketika meninggalkan India tahun 1947, Inggris melakukan dua kesalahan. Pertama, mereka mengizinkan perpecahan India sehingga terciptanya Pakistan. Kedua, mereka meninggalkan “benih-benih agama Kristen” dalam masyarakat.
Benih-benih ini kini “tersebar secara sistematik” melalui berbagai lembaga Kristen, katanya. “Jika benih-benih ini tersebar, maka negara kita akan berada dalam bahaya,” demikian Remani. Dia juga menganjurkan agar rakyat “mengeliminasi” agama Kristen dari wilayah tersebut.
Uskup Machado mengatakan, pernyataan Remani itu menciptakan “ketegangan sektarian” di wilayah itu, yang relatif aman dibandingkan dengan bagian-bagian lain di negara bagian tersebut. Dia mengatakan, dia telah mengajukan keluhan kepada polisi untuk menghentikan pernyataan-pernyataan seperti itu. “Umat Kristen khawatir” bahwa kini mereka menghadapi ketegangan, lanjut prelatus itu.
Para tokoh Kristen mengatakan, berbagai insiden anti-Kristen di negara bagian tersebut bermunculan setelah pemerintah dikuasai oleh BJP sejak 2008. Tahun 2008, kekerasan terjadi di beberapa wilayah seperti Mangalore dan Bangalore.
Pernyataan tersebut merupakan “ancaman bagi integritas dan persatuan sosial,” kata Pastor Faustin Lobo, jurubicara Gereja di Karnataka. Dia mengatakan, berbagai pernyataan itu “sungguh melukai” umat Kristen.
Remani mengatakan kepada media bahwa dia akan meneruskan aksinya untuk melawan agama Kristen di wilayah itu.
Oleh Reporter ucanews.com, Belgaum, India
318 words
Share artikel ini:





Berbagi cerita dengan kami
Bergabung dengan kami di Twitter


