Cari di situs

PAKISTAN – Umat Kristen Sebarkan Kegembiran Natal Dengan Datang dari Rumah ke Rumah

Huruf kecil Huruf besar Cetak artikel ini Email artikel ini

JAHANIA, Pakistan (UCAN) – Jabran Heera berani menembus cuaca buruk di hari liburnya ketika dia mengunjungi orang-orang miskin dan memberi mereka hadiah Natal yang dibelinya sendiri dengan uang yang ditabung setiap bulan.

“Saya sudah melakukan kebiasaan ini sejak masa Adven empat tahun lalu,” kata Heera kepada UCA News pada 19 Desember, ketika baru selesai membagikan hadiah kepada 50 orang di lima desa di Distrik Khanewal. Mereka yang mendapat hadiah itu adalah para janda, penganggur, dan pelajar-pelajar miskin.

“Menjadi miskin tidak berarti bahwa orang tidak bisa membantu yang lain yang membutuhkan,” tegas pria Protestan yang berpenghasilan 6.000 rupee (US$80) per bulan sebagai seorang sopir itu. “Kita bisa melayani dengan cara kita sendiri, dan terutama istri saya membantu saya dalam menabung.”

Heera, 33, tinggal di Christian Colony di Jahania, 430 kilometer barat daya Islamabad. Hari masih hujan pada hari itu ketika dia keluar untuk mengunjungi mereka yang disebutnya “pantas dikunjungi” dan memberi mereka beras, minyak, dan buah-buahan kering.

“Saya berencana untuk membagi pemberian-pemberian itu di rumah saya saja, namun karena terus saja hujan selama empat hari membuat orang tidak bisa datang,” jelasnya.

Dengan menggunakan payung dan ditemani pendeta-pendeta setempat, dia mengetuk pintu Yaqoob Masih, seorang petani yang sudah lama menderita demam yang tak bisa disembuhkan para dokter. Setelah berdoa dan berbincang-bincang sejenak, dia memberi hadiah Natal kepada pria miskin itu.

Masih, bukan nama tetapi sebutan untuk seorang Pakistan sebagai seorang Kristen, mengatakan kepada UCA News, “Ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya, karena secara fisik saya memerlukannya, bukan saja pemenuhan rohani. Dua anak saya menikmati buah-buahan kering yang mahal ini untuk pertama kalinya selama musim dingin.”

Pria Protestan itu sangat dilhami oleh semangat seorang uskup Katolik, mendiang Uskup John Joseph dari Faisalabad, yang menembak mati dirinya sendiri tahun 1998 sebagai protes terhadap undang-undang penghujatan Pakistan. “Dia adalah seorang prajurit Kristus yang sejati,” kata Heera.

“Bahkan setelah kematiannya, prelatus itu tetap melayani kaum miskin melalui Yayasan Shaheed (Martir) Uskup John Joseph, yang mendorong saya untuk mengikuti jejaknya,” katanya. Yayasan amal, yang didirikan tahun 2001 sebagai kenangan atas mendiang uskup, itu memberi pakaian dan pelayanan medis gratis bagi umat Kristen miskin di Keuskupan Faisalabad.

Umat Kristen di mana saja di Pakistan juga menolong mereka yang kurang beruntung. Selama masa Adven, pertemuan religius dan kegiatan-kegiatan amal dilakukan di berbagai tempat di basis-basis orang Kristen yang penuh dekorasi di jalan-jalan.

Di Karachi, Pastor Nazar Nawab, 52, kepala Paroki St. Jude, mengatakan kepada UCA News baru-baru ini bahwa dia sibuk memberi hadiah Natal bagi umat Katolik yang miskin. Dia telah melakukan hal serupa lebih dari satu dekade. “Ini merupakan hak mereka untuk merasakan kegembiraan di masa Natal,” kata imam itu. Pada minggu kedua Adven, tambahnya, dia menyebarkan lebih dari 1.000 amplop ke umat paroki untuk meminta sumbangan uang.

“Sejauh ini, dia berhasil mendapat 12.000 rupee (sekitar US$160) dan pakaian,” katanya. Kini dia sudah membagikan 500 rupee dan sebuah shalwar kameez (pakaian setempat) untuk masing-masing dari 60 janda Katolik dan umat paroki yang miskin.

END



1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

628 words

Share artikel ini: Share


Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter CathNews Indonesia
Nama depan
Nama belakang
Email

Sorotan Berita
  1. Hampir selesai - 11 emails
  2. Terima kasih - 11 emails
  3. Pendaftaran Gagal - 8 emails
  4. Pernyataan akhir dan rekomendasi SAGKI 2010 - 7 emails
  5. Maret, relikui Don Bosco tiba di Indonesia - 5 emails
  6. Paku salib Yesus ditemukan, klaim wartawan - 5 emails
  7. Tentang Kami - 4 emails
  8. Lembaga pelatihan Teologi Tubuh diluncurkan - 4 emails
  9. Yohanes Paulus II di mata orang Indonesia - 4 emails
  10. Inilah sikap Gereja terhadap Saksi Yehuwa - 4 emails
  1. Kelompok tuduh pelanggaran HAM di zona ekonomi
  2. Konflik terbuka diantara klerus konservatif dan liberal
  3. 50 juta anak kawin siri tak miliki akte kelahiran
  4. Kasus HIV pada bayi terus meningkat
  5. TNI kirim hercules bantu selesaikan masjid dan gereja
  6. Masalah migrasi di Asia Pasifik
  7. Mantan imam Anglikan mulai dibina jadi imam Katolik
  8. Karitas salurkan bantuan kepada keluarga nelayan
  9. UU Perkawinan terkait anak di luar nikah, langgar konstitusi
  10. Amnesty serukan Cina lindungi pembelot Korut
  1. Konflik terbuka diantara klerus konservatif dan liberal
  2. Rabu Abu: Sehari untuk tunjukkan iman Anda ke jalan-jalan
  3. 50 juta anak kawin siri tak miliki akte kelahiran
  4. Amnesty serukan Cina lindungi pembelot Korut
  5. Karitas salurkan bantuan kepada keluarga nelayan
  6. Kasus HIV pada bayi terus meningkat
  7. TNI kirim hercules bantu selesaikan masjid dan gereja
  8. Masalah migrasi di Asia Pasifik
  9. Uskup luncurkan festival budaya
  10. Romo Sumarya: Rasa malu sudah hilang